Kurma, Dari Gurun Ke Tropis 100 Pohon Hasilkan Rp 2 Miliar Per tahun

buah-kurma-muda-berkhasiatSekarang kurma tidak lagi identik dengan tanaman gurun yang ada di negara timur tengah seperti Arab saudi dan Iran.

Kurma tropis kultivar KL-1, berbuah di umur 3 tahun asal dari perbanyakan biji yang di kembangkan oleh Mr. Kolak. Hasilnya, Produktivitas panen pohon kurma perdana yaitu 80-100,kg per pohon. Seiring pertambahan umur pohon kurma, produksi akan semakin meninkat tiap tahunnya. Pohon kurma yang berumur 7-50 tahun akan mampu menghasilkan 250 kg buah per tahun.

Di Thailand Phoenix dactylifera dibudidayakan di dataran rendah, seperti di Pathumthani, Suphanburi, Nakonratchasima hingga dataran tinggi Chiangmai. Di berbagai ketinggian tempat itu terbukti KL-1 dapat berbuah optimal.

KL-1 juga berpotensi berbuah pada umur 3 tahun di Indonesia yang beriklim hampir sama dengan negeri Gajah Putih itu.

Kurma memiliki segudang keunggulan yang jarang ada di buah lain, yakni perawatannya yang mudah, produksi yang tinggi tiap tahunnya, daya simpan buah yang lama dan buah kurma dapat dikonsumsi saat segar maupun kering (kismis). Buah kurma pun dapat diolah menjadi beragam menu nan lezat. Seprti Jus, Kue, selai roti dll.

Kurma juga berkhasiat untuk kesehatan, dan harga jualnya yang ternyata sangat tinggi. Pada 2015 harga buah kurma segar di tingkat pekebun berkisar 500-600 baht, setara dengan Rp 200.000-Rp 250.000 per kilogram. Dengan asumsi panen 100 kg per pohon tiap tahun. Omzet pekebun minimal Rp20-juta per musim per pohon.

Bayangkan jika pekebun memiliki 100 pohon, omzet pekebun akan melambung hingga Rp2-miliar per tahun. Sungguh peluang budidaya yang sangat menguntungkan.***

Produksi Pohon Kurma 100–250 Kg buah per pohon per tahun dan kurma tropis mampu berbuah perdana di umur 3-5 tahun. PT Kampoeng Kurma melihat adanya potensi ini dan sudah menjalankan proses untuk pengembangannya untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *